Popular Post

Archive for April 2015

Pencerahan

By : blogjob
Di kala aku berduka akan rotasi bumiKetika awan menyemburkan sentilan semangatJalan berliku panjang yang berkelokAda-Mu selalu disampingkuDisaat Rasullullah perjalanan jauhDengan hijrahnya ke langit yang agungPesawat yang canggih tak bisa menandingi apa lagi!Melihat wajah ketakutanWajahnya dihantam besi panasHanya meraung kepanasan, entah balasan ketika didunia melawan keagungan TuhanKetika melihat sosok bercahaya dari pintu yang suciAkan takut balasan Tuhan dan akan mematuhi-Nya.Membaranya  Rasullulah berdakwaIstri  keluarga Nabi setia ada disampingnyaSungguh ironis, lalu sampai kapan kita sadar betul akan keagungan Tuhan??Luar biasa Allah menciptakan sejagat raya akbar iniTak ada yang berani menandingi kekuatan-NyaHanya m ereka yang musyrik kepada-NyaSerak kata yang tak bisa disampaikanHanya satu ayat yang aku bisa ,tetapi bermakna buat semuaTak ada yang abadi, kekayaan dan ketampanan akan hilang seketikaKamuflase hidup datang berganti, ketika hati berpecah manjadi sari patiAllah lah yang selalu ada dalam diri kitaSetiap kita melangkah jauh nan dekat di lupuk mata Created by. HERA WIJAYA.

Internet, it’s my life

By : blogjob
Zaman sekarang hampir mengenal internet dan semua bisa memegang handpone dengan falitas internet, sungguh luar biasa di zaman arus globalisasi sekarang semua tidak lepas dari internet.“ aduh pusing tugas kuliah lagi, laptop tidak punya” itulah senuah lontaran mahasiswa, dari tugas kuliah sampai fashion pun lengkap sudah di internet, tinggal browsing langsung keluar rubrik yang kita inginkan, memang canggih dan serba instant.Pro dan kontra pun sering terjadi, tetapi itu semua tergantung pada diri kita masing-masing, dan buat yang dibawah umur harus dalam pengawasan orang tua. Dengan cara pendekatan dan pengenalan secara filterisasi akan perkembangan zaman internet. Saya sendiri, tanpa internet 24 jam manteng pun, merasakan galau karena kehidupan saya ini pasti berhubungan dengan internet dari tugas kuliah dan referensi yang menunjang. Pernah suatu kejadian, internet yang saya handle ternyata lola alias loading lama, sangat membosankan dan lantas apa yang saya lakukan, saya langsung membanting handpone tadi, hihihi jangan di tiru yah. Hari ini dikampus, semuanya sibuk dengan tugas baru yang diberikan oleh dosen, semua deadline hampir ruangan penuh dengan mahasiswa, “ meja internetnya dibanyakin dong, panas lagi” tekikan suara dari arah barat, semilir angin tiupan kipas suara nyaring lepas terdengar, saya hanya mengelus dada. Memang kenyataanya seperti itu, mahasiswa sekarang tidak mau berusaha, langsung copas browsing internet langsung jadi makalah, tetapi anehnya kebanyakan dari semua itu kata “FB” itu tidak lepas dari dunia mereka, entah narsis atau sekedar status yang tidak penting.. heeee

Malam Pertama Sahur Makan Mie Instan ( Lemperr MaMi Intan )

By : blogjob
Angin bertiup kencang ke arah timur ke barat, anak kecil berlari-lari dengan wajah kepolosan dihempas hembusan angin sejuk, terikan matahari membuatnya haus dahaga seketika, ketika hari Ramadhan di pucuk kejayaan anak kecil berusaha menghabiskan bermain di ladang yang lapang dengan mengahabiskan air yang bertumpah ruah di mulutnya. “Mumpung Ramadhan belum tibah, lebih baik makan yang banyak dan enak !”. ucap anak kecil yang lugu. Aku hanya bisa tertawa melihat keceriaan dan kepolosannya. Anak kecil yang bertanya sambil memegang pundak Ibunya, menanyakan makanan kesukaanya Mie Instant untuk sahur pertama, Ibunya hanya bisa tersenyum, sesekali Ibunya tidak menjawab ucapan yang dilontarkan sang anak.Sahur sahur!! Hati gemetar ketika mendengar kata itu (sahur) yang dinanti-nanti oleh umat muslim seluruh dunia, merasa tidak percaya akan kedatangan bulan yang penuh agung dan barokah, semua orang berlomba-lomba untuk mencari amal kebaikan, tidak lebih dengan aku yang kebingungan mencari makanan nanti buat sahur.. heee. Yang ada juga sibuk dengan amalan-amalan kebajikan pastinya, akhirnya aku putuskan dengan membeli dua kardus Mi Instant sekaligus untuk persiapan satu bulan kedepan. “Kata orang makan mie itu tidak baik kalau secara berlebihan.” Memang aku setiap sahur makan mie gumamku! Siap-siap saja kalau bisa begitu perutku melilit.. heee.Pengalaman tahun lalu, sahur pertama dirasa sangat mengesankan, rasanya kaget betul sudah lama dan jarang puasa satu hari penuh membuatnya menjadi aneh bin ajaib, apalagi makan sahur disaat tidur nyenyak di waktu malam hari rasanya mual tidak bisa dikompromi. Memang butuh adaptasi feel yang cocok. Tetapi tahun ini Ramadhan yang ke 1435 Hijriah spesial untuk berubah (power rangers heee) maksudnya mencoba memberanikan makan yang penuh inspirasi seperti di iklan-iklan yang selalu on the spot di layar TV yaitu selera Indonesia Mie Instant, berani berkesperimen rasa penasaran yang mengangap bahwa makan mie itu tidak baik buat sahur. (penasaran? Jangan kemana-mana tetap manteng tulisan ini)Sahur pertama aku ini, sangatlah beragam dari tentang aku sampai keluargaku, banyak kejadian yang lucu diluar dugaan, seperti aku yang susah bangun sahur maklum butuh penyesuaian diri.“Sahur memang ada moment yang syahdu, dimana setiap orang kudu wajib makan sahur, tetapi memang anjurannya sunnah, biarpun sahur hanya minum seteguk air putih pun mendapatkan barokah.” ucap Ustadku dikampung. Untuk sahur pertama di tahun ini, saking kudunya sahur, sesuai dengan janji manisku aku harus memaksa makan mie instant yang cukup banyak buat persiapan puasa besok, dan ini adalah kesukaanku makan mie apalagi mie instant selain menyatukan keluarga untuk makan bareng dan karena pikirku kalau sahur yang banyak nanti persediaan makanan dan tenaga pun tercukupi sangat banyak pula, dan pemikiranku yang hebat melebihi pemikiran enstein (ngarang bebas) bahwa sahur mie satu saja bisa mengenyangkan perut apalagi dua sekaligus aku makan dengan mix rasa yang berbeda, eksperimen radikal itu aku coba, awalnya biasa saja, ternyata diluar dugaanku pagi-pagi perut merasakan ada yang aneh tidak seperti biasanya, karena tidak tahan dengan gerakan yang menendang-nendang ( iklan baby kali) dalam perut rasanya ingin meledak dan muntah secarah mentah-mentah, akhirnya aku beranikan diri ke suatu tempat penyinggahan yang aman untuk mencari inspirasi (lebay kelas writers tinggal bilang WC repot amat) yaitu WC bukan Warung Cofee tetapi Water Closed (semua orang juga tahu), rasanya penat dan membosankan perut rasanya sangat perih alias melilit (mules) yang mengganjal setiap langkahku ke tempat singgah tadi (WC maksudnya) sekitar empat kali mampir sana sini dengan wajah panas dingin dalam keadaan berpuasa.Setelah sahur selesai, seisi rumah sibuk mondar mandir mencari sesuatu, demikian dengan aku sibuk masuk keluar WC gara-gara eksperimen tadi.“mah! Sarungku mana?” ucap adikku dengan nada keras dari luar.“iyah, ada di lemari kecil di lemari kamu” dengan nada tidak kalah keras. Dengan semangatnya dia mempersiapkan dari peci dan baju kokoh (muslim) yang masi baru.“ hah? Sarung? Tegas Mba Santi (Kakakku)yang masih meneguk teh hangat“memang sekarang jam berapa? Solat subuh setahu aku lihat di jadwal imsakiyah jam 05.00 untuk daerah Jabodetabek” ucap Mba Santi dengan wajah penasaran.Mba Santi menyodorkan sebuah kertas jadwal imsakiyah ke adikku, “dik! Kamu mau solat apa ? sekarang itu masih jam 04.11?”biasanya juga habis sahur langsung tidur lagi” dengan ketus.Dengan wajah melongo kegirangan, adikku melihat jadwal imsakiyah ternyata benar yang dikatakan, “ walah aku kira sudah subuh, kan biasanya jam segini waktunya solat subuh!” dengan malunya tetap saja mengelak ” wong aku gak lihat jam jadi gak tahu, pake insting saja gitu kak!” memang lucu adikku ini, saking semangatnya sahur pertama dengan Mie Instant (bisa jadi) membuatnya semangat beraksi. “Memang ada perbedaan waktu sedikit untuk di Bulan Ramadhan dibanding hari biasanya.” Ucap Ayahku.Dan latah selalu saja terjadi setiap orang, seperti tidak punya salah dan dosa, aku tenggukan air putih ke mulutku dan tanpa disengaja alias lupa, langsung Ibuku melihat penampakan aneh sesosok makhluk di pagi bolong minum air putih dikulkas, dengan sontak Ibuku “ lupa yah? Inikan bulan puasa?! Apakah kamu tidak puasa?!”. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh Ibuku, lantas sontak kaget aku langsung memuntahkan minuman itu ke bawah dengan penuh penyesalan, “astagfirullah” dengan wajah memelas, dan Ibuku hanya bisa ketawa melihatku, entah yang dipikirkan Ibuku aku tidak tahu. Memang aku rutin minum air putih setiap pagi, tetapi diluar kelalaian, aku tetap melanjutkan puasa. Sepengetahuan aku kalo memasukan sesuatu tanpa tidak disengaja itu tidak membatalkan puasa anggap saja sebagai berkah, tetapi sebaliknya kalau disengaja dapat membatalkan puasa. “emhhh untung tadi masih bisa berpuasa satu hari penuh.” Gumamku dalam hati.  Memang aku sadari sahur pertama itu dapat dimaklumi karena butuh adaptasi good feel dengan niat keikhlasan karena Allah SWT.“Makanlah sahur secukupnya, tidak boleh berlebihan karena Allah tidak suka berlebihan (musyrifin) karena termasuk golongan setan” aku menunduk sejenak akan kesalahan dan kaget rasanya mendengar siraman rohani ketika malam tarawih pertama, ternyata yang selama aku pikirkan tadi ternyata salah juga. Memang boleh makan banyak tetapi tidak boleh berlebihan, dan sesekali pernah juga minum air putih yang banyak ternyata sama juga masuk keluar WC.“Itu semua tergantung niat yang istiqomah ketika berpuasa, tidak berpengaruh makan sebanyak apapun dan seenak apapun makanan yang kita makan, kalau niatnya bukan karena Allah SWT.” Ucap Kang Uyun selaku motifasi LDK dikampusku. Sekarang aku lebih tahu, bahwa puasa itu tidak hanya menahan lapar dan haus juga makan yang semau kita, tetapi memaknai secara mendalam arti sebuh puasa itu sendiri. Berkat QORAN (Holaqo Rutinan) di LDK Kampus menjadikan inspiratif dan banyak pengetahuan dari keberkahan di Bulan Ramadhan. Dan lebih hebat lagi, pikiran aku menjadi mencair ketika browsing di Internet ternyata bahaya memakan mie secara berlebihan di bulan Ramadhan subhannallah rasanya tidak lagi makan mie sekaligus dua, anggap saja sebagai eksperimen yang gagal sebagai pelajaran pendewasaan. Memang rasanya enak makan mie Instant, cuman saja tidak boleh berlebihan karena tidak baik buat pencernaan dan lebih sadis menyerang usus buntu sampai bisa kematian.Sore ini, cuaca cukup redup dibaluti dingin yang menusuk kalbu, rasanya ingin tidur dipelukan bantal guling yang empuk dengan tidur nyenyak (ngayal), tetap sebuah amanat tetap amanat harus dan kudu dilakoni(dijalani) dari DKM Masjid di kampungku, rencananya membagikan Mie Instant untuk di bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Dengan semangat yang membara, kami semua dengan niat yang kuat siap untuk menjalankan amanat dari Pak Ustad.” Ucap temenku dari samping tempat dudukku.Mie Instant yang kami bagikan ternyata cukup banyak, 20 kardus (wawww buanyak banget) ingat dengan kejadian kemarin, membuatku istigfar dalam hati, memang aku suka banget Mie Instant .“kalau saja bukan bulan puasa aku bisa menghabiskan lebih dari dua bungkus mie dalam waktu itu juga.” Senyumku dalam hati. Ternyata diluar sana masih banyak yang kekurangan dan harus untuk dibantu, kebetulan Mie Instant itu sisa pengajian kemarin dari donatur yang tersimpan di gudang.(tetapi ekspayer masih berlaku loh) persediaan di Masjidku dalam bentuk makanan memang banyak, ada mie, snack. Dan kalau snack biasa dibagikan ketika menjelang berbuka puasa untuk dimakan bersama dalam wadah besar.Memang tidak dipungkiri, di bulan suci ini banyak sekali masyarakat yang membeli mie dalam jumlah cukup banyak untuk persediaan satu bulan penuh, “ memang instant dan gak ribet untuk dimakan” tutur Mba Ani tetanggaku.(bukan promosi loh). Sangat senang sahur pertama bareng keluarga, rasa kehangatan dan keharmonisan keluarga menyatu, karena dengan kesibukan masing-masing, membuatnya jarang berkumpul, maka di Bulan Ramadhan ini waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Banyak sekali kejadian lucu bahkan menjadi inspirasi serta pengetahuan.

D3 (Diam Dalam Doa)

By : blogjob
D3 (Diam Dalam Doa) Hidup terus berputar, modernisasi hidup kian mengahanyuti perhelatan makhluk ciptaannya, serangkai permasalahan dan tantangan hidup, akan semua itu ada sebongka hikmah yang dalam batinku berkaca.Andai aku seperti manusia yang lain, pasti aku tak akan sesedih ini, ya seperti hari-hari aku yang selalu larut dalam kesedihan, kadang kesedihan itu Allah selalu ada dalam lindungan-Nya, tetapi kadang ketidak adilan muncul ketika hati berontak dalam persepsi radikal yang rendahnya kesadaran, sehingga kehidupan yang keras seolah menjadi tantangan dalam hidupku. Perkenalkan namaku Hera Wijaya, aku anak ketiga dari lima bersaudara, sebenarnya aku anak ke tiga dari tujuh bersaudara, takdir berkata lain, Allah mencabut nyawa dua kakakku yang meninggal puluhan tahun yang lalu ketika aku masih kecil,  aku tinggal di sebuah kampung yang banyak hutan dan rendahnya pendidikan jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan masyarakat. Kehidupannya hanya bergantung dari apa yang ada di sekeliling tempat tinggal. Orang tuaku dulu untuk bisa mendapatkan beras ia harus rela berjalan sejauh kurang lebih 3 km. Itu pun kalau mereka mampu membeli beras, minjam duit kesana kemari dengan perjuangan yang tak padam, membuatnya demi anak-anak bisa makan dan jajan, baginya cukup sederhana membahagiakan buah hatinya. Tubuh retak seakan tangisan dalam kelarutan dilematika hidup, semangatnya membara kian menggetarkan nafas insan yang sadar. Mendengar keluh kesah orang tuaku kepada kami, menceritakan apa yang terjadi ketika masa-masa sulit, sungguh hati ini tidak bisa berkata-kata, karenanya sekarang,  aku, kakak dan adik-adiku memanjakan apa yang sudah disediakan orang tuaku. Tak dapat hasil yang semestinya,sungguh menyesal dalam hatiku, aku duduk diteras dibelakang bersanding diskusi dengan kakakku“ kak ... apa yang kakak pikirkan?“ kak.. pasti mereka capek kerja demi kita, berangkat Subuh pulang hingga petang malam, apa tidak ada rasa belas kasihan ?” seruku dan kakakku menjawab dengan wajah yang meyakinkan “ kakak juga tahu, bukan berarti kakak dengan sikap diam dalam kebodohan, tetapi kebisuhan sikap kakak ini lagi berfikir, pekerjaan seperti apa yang cocok untuk menghidupi keluarga” imbuh kakaku dengan nada lirih persis anak kecil minta uang  jajan yang tidak dikasi sama Ibunya. Ibuku penjual soto ayam yang sudah lama bekerja sekitar 20 tahun, tidak sebanding dengan umur berniaganya, bukannya menjadi legendaris menjadikan yang semakin lelah rentan akan penyakit, Ibuku sekarang divonis penyakit gula darah atau Kencing manis membuat kadar gula berlebihan karena dengan beban aktivitas yang tinggi dan pola makan yang dibilang tidak mencukupi gizi, membuatnya pernah jatuh sakit, dengan perawatan seadanya menjadikan penyakit Ibuku semakin tidak membaik, dengan keterbatasan finansial untuk berobat membuatnya pasrah dengan keadaannya, dalam simpuhannya aku berdoa tengah malam  memunajat kepada Allah supaya diberikan kesehatan yang pulih untuk Ibuku, berdoa sepanjang malam hampir tidak dilewatkan demi kehidupan keluarga menjadi lebih baik. Sikap diamku menjadi tanda tanya besar, selama ini doa dan usahaku ternyata sia-sia, yang  ada hanya merepotkan orang lain di sekelilingku, rilih pedih rasa ini, membuatnya menjadi dilematik serba salah dan disalahkan, “ya Allah ampunilah dosa-dosaku dosa kedua orang tuaku jadikanlah mereka sesuatu kebaikan dan diberikan jalan yang terbaik, doaku pada saat itu.” Memang kakak pertamaku (laki-laki) ini sudah bekerja di luar negeri, keinginan kuat untuk modal nikah dan membiayai adik-adiknya sekolah, sebelumnya dia menganggur berbulan-bulan menunggu info lowongan kerja, yang keinginan kerasnya bisa bekerja di Indonesia, entah nasib belum diraih oleh kakakku, setelah lama menunggu kabar, keajaiban datang berkat doa, dari situ kakakku dapat panggilan kerja dari Agen tenaga kerja luar negeri, dia lari kebahagian menekan pundakku dengan keras “ Alhamdulilah dik, kakak dapat pekerjaan yang mungkin dibilang layak untuk kaka kerjakan, sebenarnya pekerjaan itu terlalu berat untuk dilakukan” dengan respon semangat “ memang kenapa kak”? Tanya adikku.”pekerjaan itu dilakukakan oleh mereka yang bertenaga besar dan kuat, karena setiap harinya harus membawa alat-alat berat semacam kerja kuli bangunan” dengan tatapan mata yang luluh “bukankah itu yang lebih baik untuk dilakukan kak , apa orang tua yang menjadi sarang permasalahan kak? “Dengan nada yang meyakinkan, serak kata terakhir pada saat itu------------------Semangat belajarku sungguh luar biasa dengan keyakinan untuk merubah hidup dan meraih cita-cita. Kehidupan yang sederhana dan serba pas-pasan, begitu besar dan berat perjuangan orangtuaku demi menyekolahkan anak-anaknya. Sandi adikku dan kakakku bertekad ingin bangkit dari kehidupan yang serba sulit. Ia ingin seperti teman-temannya, hidup dalam keramaian dan banyak teman. Bukan malah menyendiri di rumah menunggu serangan dari luar. Memang lingkungan yang tidak bisa menerima kami sebagai warga masyarakat,  entah alasan apa yang dipikirkan mereka, bisa jadi alasan mereka yang tidak bisa menerima kami karena kami dari keluarga yang miskin dan keluarga yang minim pengetahuan, aku akan membuktikan kepada mereka yang sudah menghina keluarga aku, memang disadari Ibuku hanya lulusan SD, itupun tidak tamat alias tidak mendapatkan ijazah, dan Bapakku hanya sopir Elf yang tidak bersekolah kerjaannya hanya mondar-mandir di terminal, sungguhdari lubuk hatiku yang dalam seperti dalamnya air sumur, nadaku berdoa” ya Allah aku ingin sekali menjadikan orang yang disekeliling aku bisa tersenyum ikhlas, rasanya ingin membantu mereka yang kesusahan dan menyadarkan pemikiran mereka yang menyudutkan permasalahan menjadi runcing” malam itu menangis dalam kesedihan, isakan tangis ini membalas unek-unek pikiranku, untuk bermunajat kepada Sang Pencipta. Setiap pagi aku menyusuri jalan nan panjang dan penuh tantangan, agar aku sampai ke sekolah. Karena jarak rumah ke Sekolah SMK aku dibilang sangat jauh sekitar berjarak 23 kilometer, dan setiap hari uang sakuku habis di perjalanan menuju sekolah, menurutku tidak masalah kalau menempuh pendidikan, dengan permasalahan tadi aku harus bisa menyisihkan uang jajannya dan kadang harus relashaumsenin dan kamis. Sebelum aku bisa menikmati masa SMK, aku dulu hampir putus sekolah ketika zaman SMP, tepanya aku dulu sekolah di MTsN Karangampel di Indramayu, pada waktu itu aku mempunyai tetangga baru, dia pindahan dari desa sebelah, alasannya pindah karena dinas kerja. Dia  orang baik , bersahaja dan bijaksana biarpun saat itu aku tidak kenal jauh tentang dia, tetapi aku yakin dari bahasa tubuhnya dia orang yang baik,yaitu seorang Guru SD bernama Pak Abdul Khobit tetangga dekatku sekitar 5 rumah dari jarak rumahku, dia memberikan perhatian penuh kepada aku selayaknya anak kandung sendiri, berawal dari situ akhirnya aku bisa menyambung sekolah MTsN di kampungku, dari segi historis aku bukan bagian hidupnya, karena mungkin hikmah dari Allah untuk hambahnya yang sabar dan terus pantang menyerah untuk meminta. Seolah datang malaikat yag turun dari langit, burung menari-nari, kesejukan hijaunya daun menjadikan aroma positif, kini hidupku mulai berubah rasa senang dan bangga, karenanya ada orang yang baik yang ikhlas membantu aku dan keluarga, sedikit mengurangi beban orang tua , pasalnya dana yag selama ini yang dikeluarkan baik dari peralatan buku dan SPP di maintenance oleh Sang Guru itu, menjadikan amanat yang besar yang harus aku emban selama periode drama hidup. Perubahan hidupku kini menjadi berarti bekal ilmu yang didapatkan selama MTsN yang membahas kajian-kajian Agama, gumam hatiku semakin kuat keyakinan dan merasa percaya diri untuk menerima musibah peran dinamika hidup, dengan itu aku lebih meningkatkan kedekatan aku dengan Sang Pencipta secara vertikal. Dulu zaman SD aku dikasih sebuah sepeda mini bekas yang di belikan oleh ayah angkatku yang aku ceritakan tadi, yang menjadi teman setia aku. Saat musim hujan tiba, jalanan selalu becek dan banyak lumpur yang menjerat sepeda kesayangan aku ini. Sepeda berwarna merah kusam dengan warna yang memudar, tak pernah mengeluh tatkala harus bermandikan lumpur, cemohan dan kerasnya mulut-mulut harimau yang seenaknya keluar masuk aku tak hiraukan omongannya. Pagi ini, aku siap berangkat sekolah. Hujan semalam, pasti akan menyisakan tantangan tersendiri dalam perjalan ke sekolah nanti. “Kak, kalau bajuku kotor, nanti teman-teman pasti akan menertawakanku.” Kata aku dengan wajah cemberut kebingungan. Santi kakaknya hanya tersenyum. “Sudahlah.. adikku yang manis ini tetap ganteng kok..” Kakakku mencoba menghibur aku, agar aku semangat ke sekolah hari ini. “Hera, Santi cepetan berangkat nanti telat…” Teriak emak mereka dari luar. “Iya, Mak..” Jawab aku. ”Ayo.., hujan semalam tidak membuatmu patah semangat, kan?” Tanya Kakakku sembari tersenyum. “Baiklah..” Akhirnya aku beranjak dari tempat duduk dan mengaitkan tasnya yang sudah tak layak pakai di punggungku. “Semangat..!” Kakakku menepuk bahu aku yang masih terlihat lemas tidak bersemangat. “Hati-hati..” Kata emak mereka. “Aku berangkat dulu, Mak..” Aku menjabat tangan emak. Kemudian disusul oleh Kakakku. “Jangan lupa, belajar yang baik. Jangan kecewakan bapak dan emak yang sudah susah payah mencari uang demi menyekolahkan kalian!” Pesan emaknya. “Iya, Mak..” Jawab Aku. Kata emaknya begitu lekat dalam hatinya. Segera tertanam dalam benaknya dan menjadi pengingatnya agar ia tetap istiqomah untuk belajar dengan baik demi kehidupan yang layak di masa yang akan datang. Aku  terus mengingat pesan dari ibuku. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang dan terus melecutiku agar semangat terus membara dan berkobar. Entah apa yang ada di pikiran Aku. Sepertinya, kata-kata ibu hanya berjalan melintas di telingaku. Pikiranku hanya tertuju pada tantangan yang akan aku hadapi di jalan nanti. Aku tidak ingin diolok-olok teman-teman, karena celana dan sepatunya kotor terkena lumpur. Hujan semalam benar-benar telah menguji kesabaran dan kepiawaian kami dalam menyusuri jalan yang licin dan penuh dengan lumpur. Jalan setapak dengan semak-semak di tepian jalan, membuat aku dan kakakku merinding tatkala dedaunan bergoyang dan menimbulkan bunyi-bunyian mengerikan. Udara dingin menerpa tubuh kami, dan tetesan air bekas hujan semalam menetes membasahi tubuh kami. Seketika rasa dingin menyergapi tubuhku, Kakakku hanya bisa memeluk erat bajuku yang basah. Kami hanya terdiam membisu menyusuri jalan. Pandangan kami fokus ke depan melihat genangan air yang penuh dengan lumpur berwarna merah kecokelatan. Otak terus berfikir bagaimana kami bisa melewatinya, tanpa harus terkena cipratan air kotor itu. Jika tidak, baju kami akan kotor dan ocehan teman-teman di sekolah akan berkicauan di gedung sekolahan dan mengalahkan kicauan burung yang bertengger di tower. Selain melewati jalan setapak yang licin dan penuh dengan lumpur, kami juga harus melewati sungai dengan bebatuan yang besar dan tajam. Selain itu, lumut hijau yang tumbuh di bebatuan terkadang membuat kami terpeleset. Belum lagi, kami harus menggandeng sepeda mini tuanya. Kakakku tahu, kao aku pasti sudah lelah dengan hari-hari yang sulit menyusuri jalan itu. Tapi. Kakakku terus memberi semangat pada aku. Karena kesadaranku bukan orang kaya dan hanya mengandalkan orang lain disekitar, membuatku terpukul rasa semangat untuk belajar, pada waktu itu aku dan kakakku cukup membanggakan kedua orang tuaku dan guruku, aku bisa mencapai target mendapatkan peringkat 10 besar, dan saat itu aku rutin mendapatkan peringkat satu, demikian juga dengan kakakku, dan segala juara perlombaan dan penghargaan jatuh rejekiku, sungguh doaku dalam permasalahan yang radius tinggi, membuatku merasa bersyukur dan yakin Allah maha melihat dan adil untuk aku dan keluargaku. Kebanggaan terbesar, tergeser sedikit rasa hina dan cemohan yang biasa dilontarkan masyarakat sekalipun keluargaku sendiri, karenanya aku bisa membuktikan prestasi yang cukup gemilang, rasa empati keluarga dan masyarkatpun tinggi, sanjungan demi sanjungan atas prestasiku, dalam benak rasa tinggi hatipun muncul dalam goresan hati, akan kucoba geser yang hanya sebagai kesombongan belaka, aku hanya bisa berfikir sejenak sanjungan mereka kepada kami, atau hanya sebagai teror atau buruk sangkaku entah hanya klise belaka yang sering ditonton dalam drama kehidupan.

Saat sirine berbunyi

By : blogjob
Mentari siang terik membasuh tubuh lemah iniBerdiam sejenak sendiriBerjalan kecil dari ujung barat ke timurKepenatan nan kesabaran lalu di ujiRasa egoisi tinggi, jauh dari hati dengki Menghelakan nafas panjang untuk bersabarMenunggu waktu kemenangan tibaKetika diujung senja tak lagi adaRasa gunda gulana mengahmpiri Tuk! Tak ! suara bising mewarnaiDetak jantung berdebar, aku mencoba mengalihkan diriTernyata salah dan salah lagiMemang hari ini rasa lapar tak bisa dikompromiHaus dehidrasi menanti Kukusan santapan emakku tak tahan menolehIstigfar dalam hati ku tepiHanya menutup mata yang sudah tidak ada lagiKuhelakan nafas lagiTadarus sebagai pengobat hatiAyat demi ayat kubacaRasa adem seketika aku capaiLega hati damai surgawi Detik-detik berbukaOrang sibuk dengan rupa-rupaPinggiran sibuk tanpa dosaLari bergegas mencariSuara sirine menghentak kagetkuItu pertanda keberhasilan diri sudah dimulaiUcap alhamdulilah panjatkan Nikmat begitu banyakRayuan setan membujuk rakusSekali tegak kurma dan teh manispun mengalahkan bisikan setanBerbondong-bondong mewarnai langkahkuWajah kebahagiaan terpancar raut wajah Benakku berkaca, bagaimana nasib disanaYang lapar kehausanTanpa memperdulikanKu mencoba ulurkan tangan sesamaBerbagi senyum keindahan itu mudahTanpa harus ada sarana 

Pemimpin untuk Perubahan, Syariat Islam Harus Ditegakkan.

By : blogjob
Beberapa minggu ini, kita dihebohkan “ Pilpres 2014” mengapa saya mengatakan dihebohkan? Karena memang dalam minggu ini di media cetak maupun media elektronik sedang up to date  “ Pilpres 2014”, dengan rayuan manis yang ditawarkan untuk rakyat dan lebih parah lagi pemimpin yang mengaku islam serta pro dan kontra berbasis syariah, tetapi tidak sepenuhnya menjalankan syariah islam secara kaffah, sungguh ironis negara yang mayoritas islam terbanyak di dunia seperti mati suri. Pada zaman sekarang semakin ramai orang berlomba-lomba mengejar jabatan, seperti halnya berebut kedudukan sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014, sehingga menjadikan sebagai obsesi hidup. Menurut mereka yang menganut paham (prinsip) yang tidak berprinsip terhadap Al-quran dan Hadits (syariah), jabatan tinggi adalah sesuatu kegengsian terbesar dalam hidup, dan tidak lengkap rasanya selagi hayat dikandung badan, kalau tidak pernah (meski sekali) menjadi orang penting, dihormati dan dihargai masyarakat. Kenyataannya cara yang dilakukan dengan cara yang dilarang menurut syariah islam, seperti kampanye hitam (black campaign) dan segala macam cara yang tidak diperbolehkan dalam syariah islam. Berbicara tentang syariah islam tentu perhatian kita akan mengarah pada islam yang identik dengan kekerasan, teroris dan hal yang di anggap jelek di mata dunia, itulah kenyataannya. Mereka berebut jabatan tetapi tidak tahu tentang dirinya, dan lebih aneh mereka tidak tahu secara mendalam cara menjadi pemimpin yang baik dan bagaimana cara memimpin menurut syariah islam, yang dipikirkan mereka yaitu modal duit dan nekat serta SDM minim, sehingga ketika duduk di suatu jabatan memikirkan balik modal, keuntungan dan menambah asset, lantas apa yang terjadi, banyak koruspsi merajalela di negeri ini.  Berbasis syariah bukan hanya lebel saja, banyak sekali perbankan yang berbasis syariah tetapi aktualisasi dilapangan masih saja menjalankan praktik riba, memang berbasis syariah sekarang menjadi trend bagi masyarakat seperti halnya hotel berbasis syariah, kolam renang berbasis syariah, pertanyaannya “apakah segampang itu kita melebelkan berbasis syariah?” Tentunya tidak, kita harus selektif dan pengawasan terhadap Dewan Syariah Nasional (DSN) yang bermadzab kepada Al-quran dan Hadist seperti halnya mencari pemimpin. Hakikat kepemimpinan dalam Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita menseleksi dan menjadi seorang pemimpin, dan jangan salah memilih pemimpin jika salah memilih akibatnya akan fatal, karena untuk hajat orang banyak.  Kriteria pemimpin menurut penulis adalah harus sesuai dengan syariah islam yang mengikut dalam Al-quran dan Hadist, dan para pakar telah lama menelusuri Al-Quran dan Hadits dan menyimpulkan minimal ada empat kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk menjadi pemimpin. Semuanya terkumpul di dalam empat sifat yang dimiliki oleh para nabi/rasul sebagai pemimpin umatnya, yaitu: (1). Shidq, yaitu kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap dan bertindak di dalam melaksanakan tugasnya. Lawannya adalah bohong. (2). Amanah, yaitu kepercayaan yang menjadikan dia memelihara dan menjaga sebaik-baiknya apa yang diamanahkan kepadanya, baik dari orang-orang yang dipimpinnya, terlebih lagi dari Allah swt. Lawannya adalah khianat. (3) Fathonah, yaitu kecerdasan, cakap, dan handal yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul. Lawannya adalah bodoh. (4). Tabligh, yaitu penyampaian secara jujur dan bertanggung jawab atas segala tindakan yang diambilnya (akuntabilitas dan transparansi). Lawannya adalah menutup-nutupi (kekurangan) dan melindungi (kesalahan).  Empat sifat nabi/rasul sering kita dengar ketika waktu SD, bahkan sudah hafal diluar kepala tetapi belum memaknai secara mendalam arti tersebut. Padahal sudah jelas pada zaman itu nabi dan rasul menjalankan empat sifat tadi yang dijelaskan menjadikan hidup rakyat aman, sejahtera bahkan mencapai zaman keemasan yang dulu sebagai zaman kebodohan dan kemiskinan. Tetapi banyak yang harus diterapkan pada diri pemimpin, selain empat sifat tadi, yaitu kesabaran, keadilan yang sudah terterah dalam Alqur’an maupun Hadist. Jadikan pemilih yang cerdas bukan dijadikan tertindas oleh para sekularitas. Mari kita tegakkan syariat islam di bumi pertiwi yang kita cintai, jangan dijadikan pengeskploitasi negara lain yang berusaha menguasai kekayaan alam, slogan yang tepat untuk bangsa saat ini adalah dari korporasi untuk korporasi dan oleh korporasi. Memang menjadi pemimpin itu tidak mudah, banyak sekali yang harus diemban karenanya sebuah amanat besar harus dijalankan, menjadi sebuah pemimpin tidak hanya ngomong besar tetapi action langsung kepada rakyat atau dengan kata lain tidak sekedar mengucapkan dan menganjurkan, tetapi hendaknya mampu mempraktekkan pada diri pribadi kemudian mensosialisasikannya di tengah masyarakat. Pemimpin sejati harus mempunyai kepekaan yang tinggi (sense of crisis), yaitu “apabila rakyat menderita dia yang pertama sekali merasakan pedihnya dan apabila rakyat sejahtera cukup dia yang terakhir sekali menikmatinya” itulah pendapat pakar ilmu dikarenakan banyaknya permasalahan yang menimpah khususnya negeri kita tercinta, karena belum menjalankan syariah islam secara kaffah. Akhirnya dapat kita simpulkan dengan mengetahui hakikat kepemimpinan di dalam Islam serta kriteria dan sifat-sifat apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, maka kita wajib untuk memilih pemimpin sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan Hadits (syariah) untuk terciptanya pemimpin untuk perubahan. Kaum muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah dan beriman kepada Rasulullah saw dilarang keras untuk memilih pemimpin yang tidak memiliki kepedulian dengan urusan-urusan agama (akidahnya lemah) atau seseorang yang menjadikan agama sebagai bahan permainan/kepentingan tertentu. Sebab pertanggungjawaban atas pengangkatan seseorang pemimpin akan dikembalikan kepada siapa yang mengangkatnya (masyarakat tersebut). Dengan kata lain masyarakat harus selektif dalam memilih pemimpin dan hasil pilihan mereka adalah "cerminan" siapa mereka. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi saw yang berbunyi: "Sebagaimana keadaan kalian, demikian terangkat pemimpin kalian".Allahu Akbar!  

Cinta Bunga Desember

By : blogjob
Umur tua bukan jaminan untuk mempersiapkan pernikahan, hal yang penting pendewasaan diri untuk memulai insan yang baru, serak jodoh sudah tersirat oleh-Nya, kira-kira itu seklumit pendapat para Ustadku di kampung. Tidak diduga dan disangka kiniumurku sudah cukup matang memulai keseriusan untuk maligai rumah tangga, jomblo hari ini! desakan dan gengsi muncul dalam benakku, sahabat bahkan keluarga sendiri menyindir tentang diri aku. Memang jodoh dan segalanya Allah sudah mentakdirkan buat kita, yang harus kita lakukan hanyalah usaha dan berdoa, duit ! modal besar dalam pondasi rumah tangga, yaitu tidak cukup, orang korporasi mengatakan“yang terpenting adalah duit (seperti lagunya alan mba dukun, hihiihi), tidak dipungkiri duit adalah segalanya, salah ! orang yang mengenal Islam sesungguhnya, duit tidak segalanya! Tetapi ketulusan itu sendiri kuncinya, memang zaman serba modern sekarang semua orang butuh duit, duit juga arti bukan hanya mata duitan, tetapi doa,usaha, iktiar dan tawakal, adalah ketulusan cinta itu sendiri. Cinta akan abadi ketika pancaran diri menerima dengan tulus dan melengkapi pondasi yang rapuh. Bahkan teori itu tidak dipakai oleh para petualang cinta, yang didapatkan hanya getir cinta yang tidak semestinya.------------------------------------------------------Suasana pagi ini cukup sejuk dibanding hari biasanya, entah lagi berbunga-bunga hati ini kebetulan hari ini hari libur, tepatnya bulan desember, lihat! disekitar taman depan yang mempesona bunga desember, bunga musiman ini hanya tumbuh di bulan desember, berwarna merah berbulu panjang yang enak dipandang untuk meluangkan waktu sejenak santai, sudah terbiasa dengan kesibukan kuliah, sering disibukan bikin makalah, dengarin dosen, ngantuk dikelas, ( heheee curhat ni), dan dengan terbiasa cuaca panas dan berpolutan disekitar rumah, dikalahi angin seejuk dari ujung timur, membuat hari berbeda dengan bertaburan inspirasi, dengan ditemani secangkir kopi panas dan sekelumit roti sisa, berbaring asyik didepan teras rumah yang kebetulan masi baru dicat, melihat pemandangan rumah yang riuh kicau alam burung-burung berterbangan mencari sejoliuntuk terbang bersamanya (so sweett hii­) terpikirkan juga olehku, burung saja menjemput pasangannya untuk terbang bersama, kok saya??? Memang misteri yah, padahal aku dulu mempunyai pasangan yang sangat cocok bahkan sampai ke jenjang yang lebih serius, tapi sepertinya tidak merasakan semuanya, melamun dan mengiang inspirasi di angan-angan membayangkan kekasih yang aku dambahkan, seandainya dia masih ada dalam kehadiran untuk hari ini, sungguh bahagianya aku, wanita itu berjilbab merah, cantik seperti bidadari yang jatuh dari langit, saking asyiknya ngigo sendiri, tiba-tiba kakakku datang dari samping seolah-olah mencari kambing hitam, memang kakakku itu senang jailin orang bahkan adiknya sendiri, sontak aku kaget dan malu, soalnya gerakan tanganku sambil ala teater dikelas, meng actionkan wanita yang aku dambahkan( haaaa beneran malu deh).Kakaku            : ey, bukannya kamu sudah putus? Kok masi saja mengingatkan dia?Aku                 : memangnya kenapa ? ( pasang muka bersahaja sedikit culun) masbulo ??( ala                    gaya             sekarang)Kakakku          : “ehmmm, tadi lagi kangen yah ?? sahut kakakku, kapan nikah ni ? sindir                           kakakku, berhenti sejenak dalam pikirannya, ogorang sudah lama pacaran                   kok belum nikah juga ( kepo deh ..)Aku                 : “muka sedikit kaget, mendengar langung suara kakaku yang semakin                                memojokkan, selama ini aku menutupi semuanya demi gengasi padahal aku                        sudah lama putus sama pacarku, ehhm nadaku dengan vokal yang jelas                                    “memang kenapa kalo belum menikah? Tidak ada salahnya kalo lagi mencari                         jodoh yang tepat, takut seperti tetangga sebelah tuh”, dengan nada yang                                        meyakinkan, “baru menikah sudah berapa minggu cerai tinggal pergi tuh                 istrinya sahutku.”Kakaku            : “yehh itu mah tergantung pasangannya, buktinya kakakmu ini baik-baik saja                     sampai sekarang, huhuhuhuu” ( berusaha meyakinkan si adiknya)Aku                 : Aku melamun sejenak yang sudah diomongkan olehnya, batinku kontras                          menganggap itu sebuah lelucon, itu anggap saja radio bodol, terngiang dalam                     diri, padahal dalam Islampun tidak boleh pacaran ( sok menasehati), niat                                    mantap langsung menikah. Memang selama ini aku menutupi hubungan aku                      dengan dia, semua orang tidak tahu akan status aku. Suasana telah berubah ketika ibuku datang dengan memasang wajah yang kelihatan lelah, memang ibuku ini luar biasa semangatnya, berjualan dari jam 5 subuh sampai menjemput fajar dan sesampai rumah dengan nadah kasihan “ assalamualai’kum nang nok bantuin barang dagangan ini taroh didapur seru ibuku”. Susasana pun kian berubah seperti power rangers heee, langsung saja tanpa basa-basi aku langsung mengeluarkan jurusan ampuh untuk membantu barang dagangan ibuku, jarang juga yang membantu barang-barang dagangaan sebarat itu, lagian kalo disuruh kakakku itu tidak akan mau.  Termenung sejenak dalam hati kecilku, andai aku mempunyai istri seperti Ibuku, sungguh bahagia hidupku, wanita yang solikha, bekerja keras, mandiri pokoknya super woman, melihat wajah Ibuku yang merasa belas kasih sayang yang tulus mengingatkanku pacarku, “sedang apakah gerangan disana? Gumamku.” Entah mungkin lagi belanja sama mamanya, nada lirihku.” Biasanya dia jam-jam segini lagi belanja buat keperluan dirinya, tapi kini berubah, stagnan hidup terus melaju, mungkin ini sebuah kenangan belaka yang bisa terukir dalam hidupku untuk dijadikan bingkai pengalaman, yakin Allah mengatur jodoh buat kita, saya berjanji sesuatu saat mendapat jodoh yang lebih baik. -----------------------------Desember ------------------------------Modernisasi hidup menuntut kita menjadikan serba up to date, kegengsian modal utama, melihat perkembangan zaman sekarang banyak sekali anak muda berpacaran sampai diluar batas norma-norma Islam, dari anak SDpun kini sudah mengenal sesungguhnya arti pacaran, sungguh sangat miris melihat pemandangan dicapnya anak RCTI (Rangda Cilik Turunan Indramayu) sangat malu akan status negatif yang dilontarkan oleh khalayak masyarakat, harus menerima kenyataan karena memang demikian, itulah kota kecilku Indramayu kota penuh hitam putih, tetapi aku bangga bisa lahir di kota tercinta , kota yang aman dan damai kaya akan baharinya, tetapi banyak yang tidak tahu cerita kota paling pojok laut ini ketika melihat di peta, Ceritanya bahkan banyak mereka nikah dibawah umur akibat pergaulan bebas, dan para hidung belang untuk memenuhi nafsu sexnya, mungkin dianggap gampang bagi mereka yang melakukan, kerugian akan menyesal esok nanti. Makan tuh cinta ! Memang cinta tidak mengenal waktu dan bebas, kadang rasa cinta itu timbul dalam diri seseorang secara naluri dan bisa jadi secara tidak sengaja menatap lawan jenisnya, itu hal yang wajar selagi masih dalam koridor norma, persis yang aku rasakan, sebagai manusia yang biasa aku juga pernah mengalami beberapa pacaran akhirnya putus ditinggal, dicuekin, dimatrein dan lain sebagainya. Tetapi pacaran yang dirasakan sepertinya mengarahkan ke arah yang serius bukan hanya untuk jalan bareng alias nongkrong, sebenernya tipe aku itu orang serius agak ambisius, yang mentaati perintah mamah dan papanya,karena aku fikir pacaran ada manfaat dibalik pacaran itu sendiri, kalau orang tua bilang buat memotifasi belajar saja dan menjadi pendewasaan.  Menjelang tahun baru, tepatnya bulan Desember kebetulan ditaman rumahku banyak sekali bunga desember yang tumbuh mekar berwarna mencolok, banyak tetangga yang sesekali memintanya, bunga desember nama bunga musiman yang hanya tumbuh dibulan desember yang cocok dengan cuacanya dingin membuatnya beradaptasi dengan respon positif terhadap lingkungan. bunga tersebut mengingatku akan kejujuran aku mengatakan cinta dengan membawa bunga desember satu tangkai, kebetulan dia sangat suka bunga desember, bahkan bunga tersebut ditanam kembali didepan rumahnya yang lumayan sempit. Pacar pertamaku yang diceritakan tadiseorang guru SD yang sembari honor di sekolah-sekolah, maklumlah orang kuliah sambil kerja . Dia guru yang sangat baik kepada murid-muridnya, pernah sekali membantu salah satu muridnya ketika si murid tersebut tidak bisa ke sekolah hanya alasan tidak mempunyai duit jajan, akhirnya dia merasa belas kasihan kepada anak didiknya, dan waktu itu tepatnya pagi dini hari dia langsung menemui aku untuk meluangkan waktunya untuk mengantar kerumah anak tadi, pada saat itu si anaknya tidak masuk sekolah selama 3 hari, dengan melihat keadaan seperti itu dia merasa empatinya tinggi, tanpa basa basi langsung dia ngajak aku ke rumahnya, dengan muka serius seperti orang yang siap menerima pertolongan ditambah wajah polosnya, “ bisa bantu aku tidak ? tandas si dia” sontak aku jawab karena pikir dia datang jauh-jauh dini hari dengan naik sepeda dengan muka belas kasih untuk meminta tolong “ada apakah gerangan datang kemari”, tumben betul biasa kemari juga tidak sepagi ini gumamku. Aku langsung dia suruh masuk kerumah, tidak enak dilihat oleh tetangga di sangka ada hal yang aneh. “ maaf aku harus buru-buru, jadi intinya kamu bisa antar aku tidak ?” dengan nada memastikan. “ ya bantu apa ? kok keliatannya buru-buru banget dan sekarang masih pagi, ” langsung dengan sigapnya dengan badan sedikit kurus dibaluti baju coklat kulit yang siap menemani kerja dinasnya. “ begini tadi ada anak murid aku yang kebetulan dia tidak mempunyai uang jajan, sampai sekarang si anak itu tidak masuk selama 3 hari,” aku hanya bisa diam melongo sejenak “ hanya membantu itu saja, kamu sampai relain datang kerumahku pagi ini “ detak hatiku berkata sungguh sangat mulia Ibu guru seperti dia, jarang ada Guru yang sebaik dia, tulus untuk mengajarkan sesuatu kebaikan dari hal yang kecil, langsung tanpa harus lama-lama tanpa mandi, dengan cuci muka, rambut sisir tangan, dan hanya pakai kaos polos putih dan sarung, aku antarkan dia ke rumah si anak tadi dengan naik sepedanya, keranjang didepannya, dan selalu tidak ketinggalan keranjang sepedanya dipenuhi oleh bunga desember,sungguh dia sangat menyukai bahkan dia mencintai bunga desember yang aku beri, pikiran yang tadi berbelok-belok kini tahu sebenarnya yang dimaksud, dia menaruh perhatian dan mengetahui seberapa cinta aku kepadanya. Ditengah perjalanan kami menusuri hutan belantara, pepohonan yang rindang begitu indah dan sangat sejuk, di bulan desember ini tepatnya sangat bahagia bisa bertemu dengannya, dengan mengayuh sepedanya kami berjalan dengan suka ria, berusaha menerjang bebatuan yang kadang membahayakan buat perjalanan ke rumahnya, dengan boncengan dua sejoli seperti tempo dulu, yang romantis dia berpegangan erat berusaha suapaya tidak jatuh, sesekali kami pernah jatuh dan dia tetap tersenyum, kadang kaki aku yang keram, harus mengayu berkilo-kilo, telah lama yang aku usahakan, akhirnya rumah yang kita tujuh sampai juga dengan usaha dan doa, dengan wajah berseri-seri dia langsung masuk kerumah si anak tersebut, ternyata anak tersebut mencari sesuatu disekitar rumahnya kiranya barang bekas untuk dijual, sontak dia langsung memanggilnya dengan nada lirih, “ nak andi ??? ini Ibu gurumu, dengan muka melas”. Si anak tersebut menengok langsung memeluknya dengan suka cita, setelah panjang lebar ngobrol dengan orang tuanya, ternyata si anak tersebut setiap harinya harus mencari nafkah untuk bisa berangkat sekolah yang lumayan jauh dari rumahnya, dia terus memotifasi anak dan Ibunya suapaya bisa berangkat sekolah lagi, kebetulan si Andi adalah anak yang pintar dikelasnya, pantas saja dia perjuangkan anak itu “ insya Allah nanti disekolah ada program beasiswa, nanti aku mengajukan ke Kepala Sekolah untuk mendapatkan beasiswa,” dengan Ibunya rasa tidak percaya, “ emangnya bisa ya bu ? nada melasnya kepada kami, “ wong Ibue orang bodoh, jadi tidak tau beasiswa, terimakasi banyak Ibu atas bantuannya, kata Ibunya Andi dengan nada lirihnya kepada kami. Untuk mencairkan suasana dia mencoba menghibur , dengan sedikit leluconnya, aku tidak mau ketinggalan untuk membalasnya, memang Ayah Andi telah meninggal sudah lama ketika dia masih bayi, kasihan melihat keluarga mereka dengan kesederhanaan tetapi sangat bahagia “ terimakasih kepada Allah bu, jangan kepada kami, kami hanya membantu saja, memang pantas kalo si Andi mendapatkan beasiswa karena pintar.” Dengan diam sejenak aku hanya diam melongo luar biasa, sungguh dambaan hidupku yang sangat mulia, sembari aku berdoa kepada Allah, mudah-mudahan ya Allah ini jodohku untuk terakhir kalinya.” Aamiin dengan nada hati-hati. Setelah panjang lebar ngobrol didalam ruangan yang lumayan sempit untuk dihuni, udara sejuknya mengantar sebuah pundi-pundi inspirasi, karenanya sekarang tidak ada jam mengajar, dia mengajak aku ke sebuah hutan yang di kelilingi oleh alang-alang yang sesekali dapat membisik setiap langkah kami. Suara kicauan burung yang khas daerah dusun sebuah kota kecil di Indramayu, corak yang sangat indah dan bunyinya yang begitu khas melengking dari kejauhan, termasuk burung yang langkah juga, pantas saja banyak para pemburu gelap yang berusaha untuk menembak, sontak rasa kaget yang mencekam suara tembakan yang mengarah perhatian kami dari arah samping, “ derrr dorrrr!!!!, suara apa itu!! Dengan nada kaget “ dengan empatinya dia langsung menghampiri penembak ilegal tadi, “ pak punten, dengan nada bersahaja “burung kalau di eksploitasi secara terus menerus akan punah, apalagi keberadaannya sekarang jarang ditemukan lagi dihutan ini,” dengan nada memastikan seolah seperti dia mengajar di kelas untuk menasehati para bapak paruh bayah itu. Dengan nada perhatian dan rasa ingin tahu dia menanyakan kembali kepada bapak itu, “ memangnya burung itu salah apa pak ? kok ditembak dengan nada polos, “toh terus buat apa ?” dengan ambigunya sikap bapak tadi, lantas pikiranku berubah menjadi geram, memang alam ini harus dijaga dan dirawat buat keseimbangan alam, sungguh dia sangat empati terhadap lingkungan dan sekitarnya. Padahal aku cuek saja, banyak ilmu pengetahuan alam yang aku pelajari selama di bangku pendidikan tetapi tidak begitu respect , rasa penasaran aku pun tinggi, Sesekali pernah aku bertanya kepada dia, “ motifasi apa dalam hidupmu, untuk menjadikan hidupmu berwarna? Pertanyaan yang menurutnya tidak berbobot, sambil berpikir sembari tersenyum dengan jawaban yang simpel, “ hidup ini bisa bermanfaat buat orang lain”. Aku hanya bisa terdiam sipu melihat wajah dan bahasanya yang bijaksana dan sopan santun. Seperti diamond yang harus dijaga supaya tidak dicuri oleh orang lain, aku anggap dia sebagai diamond yang berwarna kilau yang sangat mahal, tidak semua orang mendapatkan gadis itu, dengan keglamoran dini berkembang, dia tetap memegang etika zaman dulu, bahasanya yang sopan membuat siapa saja pasti terkagum melihatnya, kini saya harus bersyukur memiliki dia, biarpun sebatas pacaran buat semangat dalam belajar dan kegiatan yang positif, lebih syukur kejenjang yang serius lagi untuk mengarungi rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Saya relakan berjuang sekuat tenaga untuk bisa mengarungi bersama kejenjang yang lebih serius, memang tidak gampang menuju ke arah sana, mengandaikan aku sudah punya pekerjaan dengan jabatan yang tinggi, supaya aku membelikan apa saja buat dia, tetapi dia itu berbeda dengan yang lain, dia tidak mau meminta apapun dari aku, atau sekedar buat jajan pun enggan, dia pernah bilang “ lebih baik memberi orang lain, dari pada meminta,” jawaban tersebut langsung aku tanggapin,” aku bukan maksud yang lain, aku hanya membuktikan cinta aku kepada kamu saja, tidak lebih itu kok,” dan hanya terseyum dengan tulus. Dan ketika dikasih bunga desember pasti dia tidak menampiknya, entah aku tidak tahu yang diuatarakan, dia memang suka banget bunga desember, mungkin banyak filosofi hidup dari bunga itu, karena cinta pertamanya aku kasihkan yang kebetulan cocok dan suka bunga desember, tetapi buat aku tidak masalah, yang penting dia bahagia dan bisa tersenyum, lantas dari itu aku rajin merawat dan menyiram bunga desember yang didepan rumahku, sebaliknya dengan dia malah lebih banyak subur karena rajin merawatnya, supaya tidak layu ibarat segar terus menerus, aku anggap dia menandakan baik-baik saja dan sebaliknya kalau layu dia merasakan ada firasat tidak baik, ( heee so sweet) itu hanya ilusi aku saja, saking cintanya aku kepadanya, mudahan cinta ini sampai puncak kejayaan perjuangan dan petualangan cinta aku yang terakhir dan pertama. Cinta menjadi gila bagi siapapun yang merasakannya, akhir-akhir ini hubungan pacaran pun hampir 2 tahun lebih, sungguh waktu yang tidak lama, membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tidak gampang, ibarat mencari peniti dalam kapas, pengorbanan darah mengalir ikut serta doa yang tulus dari insan yang berbeda, pacaran yang kami lakukandinilai positif oleh masyarakat bahkan sama keluarga sendiri tidak melakukan hal yang dilarang keras oleh agama, karena kita mempunyai prinsip orang yang berpendidiakan dan berkat restu Ibunya Ani dan Allah pastinya. Keyakinan pun semakin tumbuh aku pasti bisa mendapatkan dia ketika saya sudah mendapatkan kemapanan dunia maupun akhirat. ---------------------------Hilanglah sudah di bulan Desember------------------------- Kini kelengkapan hidupku bersama dia terus melakukan perombakan pondasi yang rapuh untuk memperkokoh lika liku yang terjadi, kini godaan menimpah kami, ayah dari dia tidak merestui tunangan kami, sungguh mengiris hatiku, dia tidak bisa berbuat yang semestinya lakukan, dia hanya pasrah kepada Allah, “ jodoh pasti Allah mengatur, mungkin kita belum jodoh mas” tandasnya, dia mengatakan dengan rasa takut dan cemas, saya mencoba meyakinkan keadaan itu, dia mengatakan sesuatu, kata yang baik buatku, “ kita putus, maaf dan terimakasih atas semua yang kita lakukan,” seikat bunga desember jatuh di tanganku sendiri untuk terakhir kalinya aku bertemu dia, tidak!! Bergelinangan air mata dengan perasaan yang luluh lantah lemas mendengar ucapan tadi, tidak mungkin dengan keadaan itu, sepertinya dia bercanda dalam benakku, tetapi dia serius,  mungkin dia masi raguh dengan keadaan aku,alasan Ayahnya membuat otak dia di cuci, berbeda usia yang jauh dan  masih kuliah tetapi belum mendapatkan pekerjaan yang mapan itu alasan kuat dari pikiran negatifku, tetapi dimanapun juga dia tetap Ayah yang harus di patuhi, aku pikir bukan lagi zaman siti nurbaya yang harus dijodoin sama orang tuanya, harapan yang begitu besar rapuh akhirnya, kesenangan jauh nestapa yang dibangun kini sirna sudah, orang berkata tidak mungkin! Memang itu kenyataannya,padahal dari semua itu sudah aku persiapkan semuanya buat pernikahan kedepan, sudah saling mengenal sesama kelurgaku dan sebaliknya, memang aku harus menerima kenyataan pahit ini, sungguh rasanya tidak boleh terjadi dan kadang menentang atas tindakan Tuhan terhadapku, “ kenapa harus terjadi ya Allah, doaku panjatkan untuk diberikan jalan jodoh yang terbaik buat aku dan pembenaran dalam permasalahan tadi.” Memang cinta tidak selamanya harus memiliki, cinta butuh oksigen panjang untuk disampaikan surat cinta kepada-Nya, takdir berkata lain memang harus menerima dan tidak kalah permainan sampai disitu. Segala intropeksi diri aku persiapkan semuanya demi lebih baik, dan meyakinkan kepada Ayahnya, entah tidak ada respon sedikitpun, aku mencoba mengiklaskan dia yang terbaik dengan pasangannya nanti, tidak ada dendam diantaranya, mencoba berpikir secara dewasa. Misteri jodoh entah kenapa dan kapan, kita memang tidak tahu, itu semua garis takdir sang pencipta, dan semua itu akan terjadi sama siapapun didunia ini, tidak ada yang tidak mungkin kehendak Allah, dengan semua cobaan itu mungkin lebih baik, karenanya jodoh tidak akan kemana, tetap mencari perualangan cinta didunia tidak berhenti sampai disini, tetapi untuk sekarang yang aku pikirkan tuntaskan kuliah lalu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, itu alasan semua orang untuk memilikinya, karena sebuah keyakinan dan kebersamaan sama dia terjalin erat, hampir kita baik-baik saja dan sesekali melakukan kesalahan atau sesuatu yang tidak disukai pun kita terbuka dan tidak saling menutupi. Tepatnya di bulan Desember, mantan pacarku sudah nikah dengan kekasih yang mungkin lebih baik dari aku, aku hanya bisa berdoa yang terbaik saja, perasaan yang lainnya berusaha santai dan tidak menapiknya dari orang tua maupun teman. Dan ketika itu aku pun sempat dapatundangan untuk mengahadiri pernikahannya, sungguh rasa decak kagum dimana aku harus bertemu dan melihat langsung kebahagiaan mereka dari raut wajahnya, saat itu sempat mengeluarkan kata-kata untuk selamat buat dia, dengan nada lirihku, dibalas dengan senyuman terakhir. Sebelum pernikahan berlangsung sempat aku mengirim surat buat dia, waktu itu setelah putus dari aku memang dia pindah rumah dan ngajar didaerah yang ditempati, sempat juga aku mengirim puisi buatnya.Diamond yang hilang Engkau memang diamond yang aku temui, dari beberapa banyak diamondMemang tidak mudah untuk mendapatkan diamond berkilau di ujung ufukPanas mentari dan dinginnya sama seperti perjuangan untuk mendapatkannyaStagnan dan kamuflase yang indah kita arungi bersama...Pandangan pertamaku membuat badan gemetarDi bulan desember aku mengatkan cinta dengan seikat bunga desemberMeronanya bunga seakan mengingatkanmuBahkan kamu sangat menerima dan menyukai bunga desember itu..Sungguh sangat indah yang engkau jawab.....Tidak ada kata yang terindah selain engkau tulus melakukannyaDan pertama untukmu dan terkahir untukmuTidak akan lepas segalanya buatmuDan lepas di ambil orang yang tepatDiriku terjerat cintamu, aku tak ingin lepas..Bertemumu suntikan semangat dalam hidupkuEngkau yang sangat mahal dimata orangKarena akan kebaikanmuDan ingin membelaimu nantiTetapi hanya drama kehidupan yang singgah... Rasa aroganku akan ku pinangmu dengan nada leluconkuSungguh memang omong kosong, itu murni dari hatiku.Engkau yang disana ingatlah kenangan akan kebaikanJauhkan hal yang mungkin bisa menyakitkanPapahmu melarang dengankuTidak apa, anggap semua itu ucapan dari TuhanTidaklah ada penyesalan dari memori yang kita lakukanSebisa mungkin hapus saja semua keceriaan bersamakuBiarku menangisi keadaan..Sendiri dan berdiri sendiri untuk memulai lagi petualangan cinta.Aku punya Allah yang selalu ada dalam hidup dan menemani setiap langkah dan doa.. By. Yang jauh disana di bulan Desember Setelah lamanya surat kiriman puisi dari aku tidak dibalas, padahal aku sudah menunggu balasannya, dan sampai akhir inipun aku menutupi akan retak hubungan aku dengan Ani. Tidak berani untuk bercerita kepada orang tua maupun sama teman, biar waktu saja yang menentukan dan pasrah kepada Allah, memang aku lagi merasakan galau besar, tetapi aku ingat ceramah Ustad di masjidku, memang kalau cinta ditolak harus sabar dan masih banyak perempuan yang cocok kelak nanti, jangan cinta ditolak dukun bertindak, itu salah !suntikan itu membuat saya harus bangkit untuk memulai kehidupan yang semangat, jangan menyerah gara-gara perempuan, sekarang harus lebih semangat mencapai prestasi terlebih dahulu. Siapakan dari sekarang dan junjung keyakinan itu. Pasti bisa tanpa dia disisiku dan harus sadari itu, dan aku tidak bisa membuat engkau jauh dalam hidupku, aku pasti bisa untuk tidak mengingat memori dengannya.Aku akan bisa melihat dirimu bersamanya, karena engkau bukan dambaan ku dan aku harus sadari itu, membuat aku harus menjauh darimu demi kebaikan bersama. Cinta tidak selamanya indah dan harus dimiliki.!!!! layulah sudah bunga Desember .
  

Doaku Untuk Indonesia 2014

By : blogjob
Ketika pelangi tak mnyinari dengan warna-warniKetika sungai indah menglir dengan kesejukannyaBerbauran alam yang menyatu menusuk sukmaTak melepas pandangan untuk dilewatkan.Indonesiaku penuh kaya alam dan kaya kebudayaanKincir-kincir memutari roda kehidupanAngin yang kencang menjadi penopangSunggguh, alamku harus hidup bebas tanpa syaratSuku dan budayamu sangatlah banyakBayanganku bisa memliki sodara tercinta di ujung pantaiKepolosan dan kelincahan sodaraku disanaMembuatnya tak menjadi halang pantangTanpa mementingkan ego labilTidak kalang kabutnya dunia ini.Fenomena bahkan tidak masuk akal pertanda kekuasaanyaBencana dan tragedi seakan tak habisnya menrpa negeri iniHarapanku lontarkan untuk Indonesia sayang kamuDoa dan cinta ku antarakn dalam sujud ilahiRasa syukur telah Indonesia berikan kepadaku, enatah apa yang aku berikan untuk IndonesiaPesata demokrasi tinggal menghitung hari.Kita dipersulit birokrasi yang pelikMembuat KTP pun dipersulit semua bebauh politikRakyat menjerit yang hadir hukum tak adil berbauh politikSiapa duitsebongkah itulah yang menagSungguh mainankah ituLalu kemanakah negeri ini?sosok seperti apa yang diinginkan oleh Inodensiaku ini?Miris menagis bahkan teriris-irisRaja ratu duit demi pesta demokrasiMata Banjir kala itu dimana-manaGunung mletus, gempah dan tangian jerit kelaparanOrang besar yang arogansiMasa bodoh menjadi andalannyaKlise topengnya dimana-mana, hatinya tidak berubahDibenaknya hanya duit, duit, dan duit.Serakan batin berujung kesakitanMenangis rasanya tak kuasaBangkitlah pemudapenerus bangsaPewaaris budaya menjadikn indonesia islamiIndonesia yang asriLihat mreka yng ksiltanBantulah dgn jwa keihklsanJiwa luhur lamamu bangkitkan kembali.   

PENGALAMAN OSPEK MATAF UMC UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON

By : blogjob
Bagi kalian yang akan mulai masuk ke Universitas  pasti awalnya akan mengalami OSPEK atau OPAK kalo di kampus tercinta UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON red.. Kalau di jaman sekolah biasa disebut dengan MOS ( Masa Orientasi Siswa ). Kalau OSPEK singkatan dari apa ya? Ga tau dah singkatan dari apa. Dari tadi nyari kata yang pas buat disambung-sambungin sama singkatannya juga ga pas-pas. Hehe, tapi unik aku aja baru tahu kalo di IAIN namanya OPAK gitu, yang lebih mengarah ke akademik no peloncohan.hihihii Ya, aku juga calon mahasiswa.CALON, begitu kata kakak bindam.Karena OSPEK adalah salah satu syarat untuk menulis Tugas Akhir alias Skripsi, maka semua mahasiswa baru wajib mengikuti OSPEK. Yah aku nurut aja lha sama peraturan kampus sambil nyengir. Saat itu hari Minggu tanggal ……….. ( aduh lupa tanggalnya! ). Aku dan Arief bangun pagi-pagi sekali, kalau ga salah jam 4 subuh kita bangun, saat orang-orang masih sibuk membuat danau dibantal dan guling, ku sama Arief sudah bangun. Arief itu kenalan ku sob, dia tmen sekosan ku juga , ku kenal dia pas ikut latihan orsenik PLANT BISNIS, karena feel kita sama akrab juga jadinya.Masih ngantuk berat sebenarnya habis semalam kami tidur jam 12 malam gara-gara menyiapkan perlengkapan. Setelah itu mandi dan langsung bersiap-siap menggunakan atribut ala bapak-bapak , menurutku gitu, abis dandanan kami itu mirip  sama tukang lebe yang mau pergi perang. Gimana ga mirip, kita pakai peci item , ditambah pin  merah putihnya, plus plastic keresek zebra, sepatu pantovel, pakai kaos kaki belang yang kanan hitam kiri putih, dan plastik merah untuk memungut sampah, pakai co card yang sudah kami buat sebelumnya. Jreng jreng jreng.Wih kami lebih mirip dibilang orang gila daripada bala tentara yang siap perang. Orang gila! Sedih nya. Tapi ga papa, kata teman ku yang sebelumnya pernah ngalamin OSPEK atau OPAK, ritual seperti itu dijalanin aja, kan dari situ kita dapat pengalaman baru, lagian cuma sekali aja, yah pengalaman jadi orang gila. Sampai di kampus pukul 06.00, kami terlambat 15 menit. Oh no! Sudah tentu dapat sanksi, sudah tentu dimarahin.Baru juga datang sudah dapat sanksi.Buseett dah.Jujur ku akui, datang ontime adalah hal yang mustahil ku lakukan. Meskipun sudah setel alarm dan sudah bangun cepat, tetap aja terlambat. Setelah semua pasukan tentara berbaris dengan baju hitam putihnya, dengan pandangan yang agak aneh dan sinis akhirnya di kumpulkan jadi satu di lapangan alun-alun syariah, setelah lama menunggu beberapa menit akhirnya sesuai kelompoknya amsing-masing menuju aula yang di giring satu-persatu.sialnya kelompok aku agak telat masuk ke aula, terpaksa nunggu matahari tenggelam. Yah dekat memang dari kampus, mangkanya jalan kaki aja, tapi tetep aja kan malu, dengan atribut kaya gitu, belum lagi diliyatin orang-orang. Untung nya hari Minggu, anak sekolah dan kampus lain libur.Kalau ga, wiiihh malu berlipat-lipat.Tapi ga papa lha, bukan aku sendiri kok yang bernasib kaya gitu, yang lain juga, malu nya rame-rame.Haha.Sampai di Audit istirahat sebentar, lalu duduk sebentar sambil mengelap keringat kecapean, akhirnya kelompok kami suruh berdiri oleh panitia OPAK.setelah beberapa jam duduk diam mendengarkan sambutan-sambutan oleh orang-orang besar rasanya ngantuk dan boring, setelah acara selesai, kami disruh minta tanda tangan setiap UKM, dari beberapa UKM aku coba sok akrab sama mereka dengan gelagak sok gaul. Malahan adah yang susah minta tanda tangan, berasa artis aja, padahal belum juga jadi artis sudah kaya gitu. Ku minta tanda tangan sih, tapi hanya sama kakak yang ga neko-neko, kan ada tuh yang macem-macem, kaya tadi dimintain tanda tangan malah kabur, ada juga yang dimintain harus nyanyi dulu, dll. Alhasil tanda tangan ku ga penuh. Masa bodo’ lah, koleksi tanda tangan ku bisa di bilang yang paling sedikit, diantara yang lain. Si AriefsamaAyni tuh semangat betul minta tanda tangan kakaknya. Sudah ku bilang kan ngapain capek-capek, tetep aja mereka ngeyel, takut mereka dimarahin kalo ga penuh. Yasudahlah. Akhirnya ga dimarahin kan. Aku cuma bisa ngakak aja ngetawain mereka. Sudah dipajang aja tuh tanda tangan kakaknya di dinding kamar, kalo perlu dibingkai lumayan kan kenang-kenangan. Wahaha.Kasian kasian kasian, sudah capek-capek tapi ga dikumpulin. Yang sabar ya teman . Paling senang sama bagian ini, setelah capek minta tanda tangan, it’s time to Lunch. Lapeer gila, cacing-cacing diperut ku sudah pada teriak minta makanan, bahkan ada yang mulai nendang-nendang perutku sampai mengeluarkan bunyi “krucuk-krucuk” tanda mereka lapar. Waah menunya ayam goreng dengan sup. Hmm, sedapnye ayam goreng.Sedap sedap sedap. Sebelum makan harus cuci tangan dan baca doa dulu. Kalau Arief ga, sebelum makan baca doa, ga pake cuci tangan,saking laparnya dia.hiiiii “Dasar! Joroknya kamu ndul, tadi tanganmu kan abis mungut sampah, abis pegang-pegang pasir dan segala macem. Sakit perut baru nyahok”. “Ah ga urus, sudah laper, gentak aja, males cuci tangan ga da air juga” ( alasan, padahal depan matanya ada air tuh ). Alhasil besok nya si Arief langsung diare.Puas lagi ku ketawa ngeliyat kamu kaya gitu. “Nah kan, sudah dibilang mau makan cuci tangan dulu, eh malah bilang ga urus. Gitu dah jadinya kalau dikasi tau jawabannya ga urus, yang sabar ya ndul”. “Apaan kamu ya dari kemarin yang sabar yang sabar, kasi obat kek atau anterin ke dokter kek.Sakit gini, capek naa bolak-balik ke kamar mandi”. “Ogah ah nganterin, kamu sendiri kan yang ngeyel kalau dikasi tau. No way! Ku bantu doa aja gin, Ya Allah semoga kamu cepat sembuh, Amiinn”. “ Doa aja ya???” “ Ya iya doa. Kalau besok ga sembuh ya salahin aja tanganmu kenapa ga bersih.Hahahaha”. “Huh kamu ya”. “Yayaya besok kalau ga sembuh juga, ntar ku jengukin ke rumah mu, ku bawain makanan sama buah-buahan.Kurang baik apa sudah teman mu ini ndul”. “Aseeekk”. Habis makan siang, lanjut minta tanda tangan.Semangat ya teman-teman.Haha. Setelah itu apa yaa? Sebentar, ku ingat-ingat dulu.Mmmm, 5 menit berlalu.10 menit.15 menit.Dan jreng aku lupa. Sebelum balik ke kampus lagi, kami disuruh baris, berdiri dan menghadap ke depan dengan menyanyikan lagu indonesia raya dengan lemah tak berdaya, capek, lunglai dan setengah hidup lah. Lama kamiberdiri, sekitar 1 menit kalau ga salah. Benar berarti.Lho kemana kakak-kakak panitia nya? Ternyata mereka asik berfoto-foto ria di pinggir tembok. Waaaahhh, kita berdiri nyanyi lagu kebangsaan , mereka malah ketawaan di pinggir tembok. Buseett, biarkan saja mereka, maklum mereka ga pernah kan foto-foto ditembok, mereka hanya bergulat dengan buku setiap hari, jadi biarlah mereka menikmati waktu-waktu bebas mereka .hihihihihi just kidding. Setelah itu akhirnya kami pulang juga ke kosan, kami kira bakalan naik bis atau paling tidak mobil lha ke kosan. Ternyata kami naik kaki.Walaahh.capekk! Keren nya! Keren sekali! Hiks.Mending kami bisa nebeng temen, kami jalan kaki lumayan jauh juga dari kampus.Sudah bau keringat, ditambah lagi ditambah lagi orang ngeliatin terus, suka ngehina mendadak. Beehh, apa ga teriak-teriak kami di dalam hati. Maklum cowok semua, jadi sabar aja.Haha. Sampai di kampus, kumpul di aula, pembekalan lagi, marah-marah lagi dan makan-makan lagi.Hehe.Yang ku suka ada seorang pembicara yang didatangkan oleh pihak panitia, beliau seorang psikolog sepertinya.Jadi tugas beliau adalah memberikan masukan-masukan dan semangat untuk kami.Ada juga pembicara dari kampus.Ku lupa siapa-siapa aja yang menjadi pembicara, abis banyak betul. Acara terakhir adalah, penampilan dari setiap UKM.Membentuk barisan sesuai kelompok. Setelah UKM selesai kami suruh baris, Kami saling berkenalan dan minta maaf. Yah ga papa kok kak, ku ngerti dan itu adalah hal yang wajar.Aku salut dengan kakak panitianya karena mereka tidak menggunakan kekerasan fisik dalam membimbing kami. Thank you very much. Akhirnya jadi mahasiswa juga. Bukan CALON lagi .hahaaa  The end…

- Copyright © HeraHeriHeru - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -