Popular Post

Posted by : blogjob Minggu, 12 April 2015

Angin bertiup kencang ke arah timur ke barat, anak kecil berlari-lari dengan wajah kepolosan dihempas hembusan angin sejuk, terikan matahari membuatnya haus dahaga seketika, ketika hari Ramadhan di pucuk kejayaan anak kecil berusaha menghabiskan bermain di ladang yang lapang dengan mengahabiskan air yang bertumpah ruah di mulutnya. “Mumpung Ramadhan belum tibah, lebih baik makan yang banyak dan enak !”. ucap anak kecil yang lugu. Aku hanya bisa tertawa melihat keceriaan dan kepolosannya. Anak kecil yang bertanya sambil memegang pundak Ibunya, menanyakan makanan kesukaanya Mie Instant untuk sahur pertama, Ibunya hanya bisa tersenyum, sesekali Ibunya tidak menjawab ucapan yang dilontarkan sang anak.Sahur sahur!! Hati gemetar ketika mendengar kata itu (sahur) yang dinanti-nanti oleh umat muslim seluruh dunia, merasa tidak percaya akan kedatangan bulan yang penuh agung dan barokah, semua orang berlomba-lomba untuk mencari amal kebaikan, tidak lebih dengan aku yang kebingungan mencari makanan nanti buat sahur.. heee. Yang ada juga sibuk dengan amalan-amalan kebajikan pastinya, akhirnya aku putuskan dengan membeli dua kardus Mi Instant sekaligus untuk persiapan satu bulan kedepan. “Kata orang makan mie itu tidak baik kalau secara berlebihan.” Memang aku setiap sahur makan mie gumamku! Siap-siap saja kalau bisa begitu perutku melilit.. heee.Pengalaman tahun lalu, sahur pertama dirasa sangat mengesankan, rasanya kaget betul sudah lama dan jarang puasa satu hari penuh membuatnya menjadi aneh bin ajaib, apalagi makan sahur disaat tidur nyenyak di waktu malam hari rasanya mual tidak bisa dikompromi. Memang butuh adaptasi feel yang cocok. Tetapi tahun ini Ramadhan yang ke 1435 Hijriah spesial untuk berubah (power rangers heee) maksudnya mencoba memberanikan makan yang penuh inspirasi seperti di iklan-iklan yang selalu on the spot di layar TV yaitu selera Indonesia Mie Instant, berani berkesperimen rasa penasaran yang mengangap bahwa makan mie itu tidak baik buat sahur. (penasaran? Jangan kemana-mana tetap manteng tulisan ini)Sahur pertama aku ini, sangatlah beragam dari tentang aku sampai keluargaku, banyak kejadian yang lucu diluar dugaan, seperti aku yang susah bangun sahur maklum butuh penyesuaian diri.“Sahur memang ada moment yang syahdu, dimana setiap orang kudu wajib makan sahur, tetapi memang anjurannya sunnah, biarpun sahur hanya minum seteguk air putih pun mendapatkan barokah.” ucap Ustadku dikampung. Untuk sahur pertama di tahun ini, saking kudunya sahur, sesuai dengan janji manisku aku harus memaksa makan mie instant yang cukup banyak buat persiapan puasa besok, dan ini adalah kesukaanku makan mie apalagi mie instant selain menyatukan keluarga untuk makan bareng dan karena pikirku kalau sahur yang banyak nanti persediaan makanan dan tenaga pun tercukupi sangat banyak pula, dan pemikiranku yang hebat melebihi pemikiran enstein (ngarang bebas) bahwa sahur mie satu saja bisa mengenyangkan perut apalagi dua sekaligus aku makan dengan mix rasa yang berbeda, eksperimen radikal itu aku coba, awalnya biasa saja, ternyata diluar dugaanku pagi-pagi perut merasakan ada yang aneh tidak seperti biasanya, karena tidak tahan dengan gerakan yang menendang-nendang ( iklan baby kali) dalam perut rasanya ingin meledak dan muntah secarah mentah-mentah, akhirnya aku beranikan diri ke suatu tempat penyinggahan yang aman untuk mencari inspirasi (lebay kelas writers tinggal bilang WC repot amat) yaitu WC bukan Warung Cofee tetapi Water Closed (semua orang juga tahu), rasanya penat dan membosankan perut rasanya sangat perih alias melilit (mules) yang mengganjal setiap langkahku ke tempat singgah tadi (WC maksudnya) sekitar empat kali mampir sana sini dengan wajah panas dingin dalam keadaan berpuasa.Setelah sahur selesai, seisi rumah sibuk mondar mandir mencari sesuatu, demikian dengan aku sibuk masuk keluar WC gara-gara eksperimen tadi.“mah! Sarungku mana?” ucap adikku dengan nada keras dari luar.“iyah, ada di lemari kecil di lemari kamu” dengan nada tidak kalah keras. Dengan semangatnya dia mempersiapkan dari peci dan baju kokoh (muslim) yang masi baru.“ hah? Sarung? Tegas Mba Santi (Kakakku)yang masih meneguk teh hangat“memang sekarang jam berapa? Solat subuh setahu aku lihat di jadwal imsakiyah jam 05.00 untuk daerah Jabodetabek” ucap Mba Santi dengan wajah penasaran.Mba Santi menyodorkan sebuah kertas jadwal imsakiyah ke adikku, “dik! Kamu mau solat apa ? sekarang itu masih jam 04.11?”biasanya juga habis sahur langsung tidur lagi” dengan ketus.Dengan wajah melongo kegirangan, adikku melihat jadwal imsakiyah ternyata benar yang dikatakan, “ walah aku kira sudah subuh, kan biasanya jam segini waktunya solat subuh!” dengan malunya tetap saja mengelak ” wong aku gak lihat jam jadi gak tahu, pake insting saja gitu kak!” memang lucu adikku ini, saking semangatnya sahur pertama dengan Mie Instant (bisa jadi) membuatnya semangat beraksi. “Memang ada perbedaan waktu sedikit untuk di Bulan Ramadhan dibanding hari biasanya.” Ucap Ayahku.Dan latah selalu saja terjadi setiap orang, seperti tidak punya salah dan dosa, aku tenggukan air putih ke mulutku dan tanpa disengaja alias lupa, langsung Ibuku melihat penampakan aneh sesosok makhluk di pagi bolong minum air putih dikulkas, dengan sontak Ibuku “ lupa yah? Inikan bulan puasa?! Apakah kamu tidak puasa?!”. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh Ibuku, lantas sontak kaget aku langsung memuntahkan minuman itu ke bawah dengan penuh penyesalan, “astagfirullah” dengan wajah memelas, dan Ibuku hanya bisa ketawa melihatku, entah yang dipikirkan Ibuku aku tidak tahu. Memang aku rutin minum air putih setiap pagi, tetapi diluar kelalaian, aku tetap melanjutkan puasa. Sepengetahuan aku kalo memasukan sesuatu tanpa tidak disengaja itu tidak membatalkan puasa anggap saja sebagai berkah, tetapi sebaliknya kalau disengaja dapat membatalkan puasa. “emhhh untung tadi masih bisa berpuasa satu hari penuh.” Gumamku dalam hati.  Memang aku sadari sahur pertama itu dapat dimaklumi karena butuh adaptasi good feel dengan niat keikhlasan karena Allah SWT.“Makanlah sahur secukupnya, tidak boleh berlebihan karena Allah tidak suka berlebihan (musyrifin) karena termasuk golongan setan” aku menunduk sejenak akan kesalahan dan kaget rasanya mendengar siraman rohani ketika malam tarawih pertama, ternyata yang selama aku pikirkan tadi ternyata salah juga. Memang boleh makan banyak tetapi tidak boleh berlebihan, dan sesekali pernah juga minum air putih yang banyak ternyata sama juga masuk keluar WC.“Itu semua tergantung niat yang istiqomah ketika berpuasa, tidak berpengaruh makan sebanyak apapun dan seenak apapun makanan yang kita makan, kalau niatnya bukan karena Allah SWT.” Ucap Kang Uyun selaku motifasi LDK dikampusku. Sekarang aku lebih tahu, bahwa puasa itu tidak hanya menahan lapar dan haus juga makan yang semau kita, tetapi memaknai secara mendalam arti sebuh puasa itu sendiri. Berkat QORAN (Holaqo Rutinan) di LDK Kampus menjadikan inspiratif dan banyak pengetahuan dari keberkahan di Bulan Ramadhan. Dan lebih hebat lagi, pikiran aku menjadi mencair ketika browsing di Internet ternyata bahaya memakan mie secara berlebihan di bulan Ramadhan subhannallah rasanya tidak lagi makan mie sekaligus dua, anggap saja sebagai eksperimen yang gagal sebagai pelajaran pendewasaan. Memang rasanya enak makan mie Instant, cuman saja tidak boleh berlebihan karena tidak baik buat pencernaan dan lebih sadis menyerang usus buntu sampai bisa kematian.Sore ini, cuaca cukup redup dibaluti dingin yang menusuk kalbu, rasanya ingin tidur dipelukan bantal guling yang empuk dengan tidur nyenyak (ngayal), tetap sebuah amanat tetap amanat harus dan kudu dilakoni(dijalani) dari DKM Masjid di kampungku, rencananya membagikan Mie Instant untuk di bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Dengan semangat yang membara, kami semua dengan niat yang kuat siap untuk menjalankan amanat dari Pak Ustad.” Ucap temenku dari samping tempat dudukku.Mie Instant yang kami bagikan ternyata cukup banyak, 20 kardus (wawww buanyak banget) ingat dengan kejadian kemarin, membuatku istigfar dalam hati, memang aku suka banget Mie Instant .“kalau saja bukan bulan puasa aku bisa menghabiskan lebih dari dua bungkus mie dalam waktu itu juga.” Senyumku dalam hati. Ternyata diluar sana masih banyak yang kekurangan dan harus untuk dibantu, kebetulan Mie Instant itu sisa pengajian kemarin dari donatur yang tersimpan di gudang.(tetapi ekspayer masih berlaku loh) persediaan di Masjidku dalam bentuk makanan memang banyak, ada mie, snack. Dan kalau snack biasa dibagikan ketika menjelang berbuka puasa untuk dimakan bersama dalam wadah besar.Memang tidak dipungkiri, di bulan suci ini banyak sekali masyarakat yang membeli mie dalam jumlah cukup banyak untuk persediaan satu bulan penuh, “ memang instant dan gak ribet untuk dimakan” tutur Mba Ani tetanggaku.(bukan promosi loh). Sangat senang sahur pertama bareng keluarga, rasa kehangatan dan keharmonisan keluarga menyatu, karena dengan kesibukan masing-masing, membuatnya jarang berkumpul, maka di Bulan Ramadhan ini waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Banyak sekali kejadian lucu bahkan menjadi inspirasi serta pengetahuan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © HeraHeriHeru - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -