- Back to Home »
- Saat sirine berbunyi
Posted by : blogjob
Minggu, 12 April 2015
Mentari siang terik membasuh tubuh lemah iniBerdiam sejenak sendiriBerjalan kecil dari ujung barat ke timurKepenatan nan kesabaran lalu di ujiRasa egoisi tinggi, jauh dari hati dengki Menghelakan nafas panjang untuk bersabarMenunggu waktu kemenangan tibaKetika diujung senja tak lagi adaRasa gunda gulana mengahmpiri Tuk! Tak ! suara bising mewarnaiDetak jantung berdebar, aku mencoba mengalihkan diriTernyata salah dan salah lagiMemang hari ini rasa lapar tak bisa dikompromiHaus dehidrasi menanti Kukusan santapan emakku tak tahan menolehIstigfar dalam hati ku tepiHanya menutup mata yang sudah tidak ada lagiKuhelakan nafas lagiTadarus sebagai pengobat hatiAyat demi ayat kubacaRasa adem seketika aku capaiLega hati damai surgawi Detik-detik berbukaOrang sibuk dengan rupa-rupaPinggiran sibuk tanpa dosaLari bergegas mencariSuara sirine menghentak kagetkuItu pertanda keberhasilan diri sudah dimulaiUcap alhamdulilah panjatkan Nikmat begitu banyakRayuan setan membujuk rakusSekali tegak kurma dan teh manispun mengalahkan bisikan setanBerbondong-bondong mewarnai langkahkuWajah kebahagiaan terpancar raut wajah Benakku berkaca, bagaimana nasib disanaYang lapar kehausanTanpa memperdulikanKu mencoba ulurkan tangan sesamaBerbagi senyum keindahan itu mudahTanpa harus ada sarana