- Back to Home »
- Solusi Ketergantungan Merokok Khususnya Pelajar
Posted by : blogjob
Minggu, 12 April 2015
Merokok sering dilakukan oleh sebagian orang yang mengharapkan sebuah ketenangan atau kenyamanan dengan menghisap rokok baik pemula maupun kecanduan.[1]Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor keingintahuan bagi pemula yang pada akhirnya sebuah kebutuhan karena dukungan lingkungan yang sangat kuat dan bisa dikatakan sebagai gengsi, ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu “naik kebo muter ke klaten, ngga merokok ngga keren”. Bagi kalangan perokok dewasa, jika tidak merokok merasa tidak nyaman atau stres dan sebagian orang mengatakan jika merokok muncul inspirasi luar biasa yang tidak terduga.
Yang utama remaja masa kini, masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat pola perilaku, dan juga panuh dengan masalah-masalah ( Hurlock 1998 ). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan social.[2]
Kami menyadari bahwa informasi tentang bahaya merrokok bagi kesehatan sangat penting untuk di ketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal ini yang mendorong kami untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah dengaan tema “Bahaya Merokok”. Kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70-120 mm dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Rokok dibakar disalah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dihirup melalui mulut pada ujung lain. Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. Bahan-bahan kimia yang terkandung pada rokok1. Nikotin : menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan dara muda menggumpal.2. Tar : menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi dahak atau lendir di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.3. Karbon monoksida : yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat di ikat dara, dan dan mengurangi transportasi dara dalam tubuh.4. Zat kersinogen : dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.5. Zat iritan : dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru.[3] Faktor alasan seorang remaja mulai merokokAlasan seorang remaja mulai pertamakali merokok dari berbagai penelitian antara lain:rasa ingin coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan, agar terlihat maco, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, lambang kedewasaan, mencari ispirasi. Dan alasan lainya adalah sebagai penghilang stress, penghilang jenuh, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan.Bagi kebanyakan pelajar , mulai merokok di sebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut mulai merokok karena malu hati kepada teman-temanya yang merokok, sehingga ia pun mulai merokok dan akhirnya kebiasaan atau kecanduan dengan rokok. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa hebat/maco, gaya, dan di akui. Padahal jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal terjerumusnya seseorang ke pada obat-obatan terlarang. SolusiMerokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.Jika karena kecanduan, maka yang harus dilakukan adalah:1. Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)2. Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok3. Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri, berorganisai maupun olehraga untuk mencari potensi dalam diri seseorang.4. Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur5. Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan :1. Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku2. Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api3. Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gigi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok4. Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka gantilah kopi dengan jus buah atau yang minuman yang menyehatkan lainnya.5. Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dan lain-lain. Beberapa upaya yang telah di lakukan pemerintah dan lingkungan keluarga yaitu:1. Upaya yang dilaksanakan oleh depatermen kesehatan bukan suatu kampanye anti rokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan.2. Sasaran yang ingin di jangkau adalah sasaran-sasaran terbatas, yaitu: petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita terutama ibu hamil.3. Kegiatan di utamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok.4. Menanamkan pengertian tentang etika rokok.5. Peran orang tua serta lingkungan di dalam rumah sangat menentukan kepribadian anak, oleh karena itu mengkontrol anak adalah kewajiban.6. Tidak boleh memanjakan anak untuk menjadi orang lain, karena gengsi.7. Dirumah disediakan permen (permen karet min) yang mungkin bisa menjadi pengganti kebiasaan rokok di rumah. Upaya yang di lakukan sekolah yaitu:Para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan menyusuri tempat-tempat yang sering di jadikan tempat untuk merokok. Selain itu juga guru harus member sangsi tegas kepada siswa yang suka merokok agar siswa tersebut jerah dan hal yang penting pembekalan atau informasi mengenai bahaya merokok untuk pelajar akan bahaya merokok yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.Kebiasaan merokok dikalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit ( serangan jantung, gangguan pernafasan, dan sebagainya ).Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau memboroskan. Serta komponen peran yang penting dilingkungan rumah serta pemerintah juga ikul andil untuk ikut partisipasi akan bahaya merokok secara aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.
SaranSetelah membaca karya tulis ilmiah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokok, agar kesehatan mereka tidak terganggu dan terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa mereka. Khususnya pelajar sangat berbahaya untuk melakukan hal itu, yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
[1] Interview Abdul Khobit, S.Pd.I(Guru SD)[2]Hurlock 1998[3]http://suratproposal.blogspot.com/2014/11/contoh-karya-tulis-ilmiah-bahaya-merokok.html