- Back to Home »
- Mengkuak Sisi Mistis di Jalan PROF. Dr Hamka Ngaliyan Semarang Part 2
Posted by : blogjob
Minggu, 12 April 2015
Semarang – sudah menjadi pembicaraan umum tentang jalan Prof. Dr. Hamka seputar ngaliyan semarang, pasalnya menurut warga sekitar dinilai angker, benar atau tidaknya kami sendiri melakukan investigasi langsung dalam pembicaraan tersebut, memang rasanya mengerikan membahas mistis kecelakaan yang terjadi disekitar ngaliyan , kenyataanya banyak sekali korban yang meninggal sekitar daerah tersebut mungkin berawal dari banyaknya kejadian yang menewaskan orang pengendara roda dua maupun roda empat, oleh masyarakat mengkaitkan dengan hal mistis, padahal dari itu harus diselidiki terlebih dahulu untuk meminimalisir akan adanya fitnah yang berkembang di masyarakat. Diantaranya adalah tikungan Slayur, yang terletak sekitar 50 meter sebelah utara pintu gerbang perumahan Pandana Merdeka (PM) dan sekitar 300 meter sebelah selatan perumahan Permata Puri (PP)Ngaliyan. Karena setiap hari rameh, apalagi saat lebaran jalan tersebut ramai dilalui pengendara motor diantaranya seperti Jakarta-Semarang maupun tujuan Yogyakarta, yang menghubungkan Ngaliyan-Boja ini sempat mancet karena jalannya sedikit berbelok ditambah aspal jalan yang ada berlubang membuat pengendara lebih berhati-hati. Banyaknya berbagai kejadian yang terjadi didaerah tersebut, menurut penuturan masyarakat bahwa sekitar daerah tersebut pernah melihat sosok wanita tanpa kepala, sosok ular yang panjang, kuntilanak berkeliaran setiap malam jumat dan masih banyak lagi kejadian aneh yang dituturkan oleh masyarakat, secara logika sehat seakan perkembangan zaman sekarang, tidaklah mungkin karena bukan zaman nenek moyang, tetapi tidak dipungkiri bahwa adat dan pengakuan masyarakat benar akan kejadian tersebut. Menurut penuturan Mba kena (57), warga yang tinggal di perumahan PM menceritakan dulu sekitar tahun 2000 an, “Ada sesosok perempuan yang dibuang didepan perumahan PM, yang menurutnya korban tersebut dimutilasi dibungkus dengan karung terikat rapi dan rapat dengan tali, menurutnya barang bekas yang sudah tidak di pakai lama”, pasalnya Mba kena sendiri tidak pernah menaruh barang-barang bekas apalagi ditaroh didepan rumahnya, kecurigaan dan rasa penasaranpun muncul ketika di buka karung tersebut ternyata beberapa anggota tubuhnya sudah di potong-potong alias dimutilasi dan berbauh busuk mungkin mayat tersebuat sudah lama dibuang, dan korban tersebut bernama Rayem asli Wonogiri yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal dilokasi Kalibanteng Semarang”. menurut penuturannya. “Dia dibunuh dan dipotong-potong bagian tubuhnya lalu dibuang dipohon randu dengan di bungkus karung tadi, ketika dilihat kepalanya tidak ada, mungkin dipotong atau dibuang ke tempat lain. Warga sekitar sudah menarik kesimpulan bahwa setiap ada kecelakaan hari jumat pasti akan meninggal “tutur Gilang warga sekitar. Dan ada hal yang menarik menurut pengakuan warga bahwa di depan kampus 2 IAIN adalah pintu gaib sedangkan tikungan Silayur adalah istananya, pasalnya depan kampus 2 IAIN dan tikungan Silayur adalah saling berkaitan, kejadiannya di depan kampus 2 juga warga sekitar pernah melihat “ ada empat tentara yang berjalan didepan kampus 2 tersebut” dan mas salim menambahkan bahwa di depan kampus 2 juga ular besar yang hendak menyeberang jalan, tetapi ular besar itu tidak jadi menyebrang , ndak tau alasannya apa aku tidak tahu”.tegas mas salim. “Setiap tahun pasti menelan korban, pada tahun 2009 pernah mahasiswa IAIN yang meninggal didepan kampus 2 akibat kecelakaan motor kejadian itu pada bertepatan hari Jumat.” Terang Mae sapaan khas anak kos yang disebelahnya. “Orang yang tahu daerah tersebut baik yang sedang mengendarai motor maupun mobil biasanya mengucapkan istilah permisi.” tambah Mba Mae.Dan pengakuan tukang parkir Mang Mat di rumah makan SS, menurutnya “ banyak makhluk-makhluk halus yang kadang meresahkan masyarakat, katanya pernah melihat sosok wanita yang lagi duduk di depan rumah makan SS, waktu itu sudah larut malam semua orang sudah tidur sekitar tengah malam sehabis warungnya di tutup, sosok tersebut menangis minta pertolongan, menurut saya sudah mengganggu saya karena saya sendiri merasa ketakutan dan setiap hari pulang malam hari.” imbuh Mang mat. “Saya sih ndak pernah melihat tetapi warga sekitar BPI sudah tau, itupun bukan rahasia umum lagi karena faktanya memang begitu percaya atau tidaknya tergantung orang masing-masing.” Kata mas rohadi. “ pokoknya sama-sama makhluk Allah harus saling menjaga dan tidak saling mengganggu, hal yang terpenting dari kejadian tersebut adalah keyakinan kita kepada Allah akan adanya makhluk sakral memang ada, selagi kita tidak mengganggupun tidak terjadi demikian yang sekarang mungkin dibilang meresahkan masyrakat sekitar, tingkat keimanan dan ketaqwaan kita insya Allah akan dilindungi oleh Allah swt bahwa benar Allah menciptkan makhluk selain manusia.” Kata pak Rohadi sebelum bertugas.