- Back to Home »
- Mengkuak Sisi Mistis Jalan Silayur Part 1
Posted by : blogjob
Minggu, 12 April 2015
Karena dulu jalan yang sempit dan menikung, kasus kecelakaan yang terjadi di tanjakan Silayur itu sudah terbilang banyak. Upaya Pemerintah Kota Semarang untuk melebarkan jalan pun tidak mendapatkan hasil. Dari cerita para korban kecelakaan yang selamat, tutur Kastono kepada kru Justisia (29/01), "Mereka sering melihat penampakan harimau, ketika mencoba menghindar, justru kendaraan yang dikemudikan terjun ke jurang, wong jelas didepan jalannya lurus, malah lurus saja sampe ke jurang." "Dengan perubahan jalan yang diperlebarpun, masih banyak terjadi kecelakaan, banyak masyarakat pengendara yang tidak berhati-hati ketika melewati tikungan silayur yang semakin lebar semakin rawan, wong semakin lebar jalane semakin terlena mengendara, tanpa mengatur kecepatan, seperti yang diungkapkan Pak Slamet sebelum berangkat ke warung kepada kru Justisia pada saat wawancara. ”Warga menyebut tikungan Silayur sebagai tempat angker. Ada juga yang melihat jalan itu dari atas terlihat lurus, mereka pun tetap memacu kendaraannya lurus, setelah terjun ke jurang baru tersadar,” ujarnya. Cerita mistis yang berkembang itu dibenarkan oleh Partini (50), warga setempat. Ibu tiga anak dan dua cucu itu mengaku, meski belum pernah melihat secara langsung, cerita para korban kecelakaan di kawasan itu membawa dirinya ikut meyakininya. Pasalnya banyak masyarakat yang meyakini, banyak korban yang meninggal secara tragis dan tidak wajar. Keyakinan akan hal mistis tersebut membuat Partini tidak takut melewati jalan tersebut untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, “Jika melewati jalan Silayur, dengan cukup berdoa kepada Allah dan membaca bismillahirohmanirokhim, Insya Allah akan selamat sampai tujuan.” Mengungkapkan kembali kepada kru Justisia dengan nada yang meyakinkan. ”Kalau dulu, selain untuk wisata, yang hutan masih lebat dan hijau asri sering dimanfaatkan juga untuk kaum muda-mudi pacaran, selain dijadikan wisata alam yang banyak dikunjungi oleh pendatang yang melewati jalan Silayur tersebut. Setelah menjadi perumahan dan sekarang ini dilebarkan, kegiatan itu sudah tidak ada lagi. Tapi yang masih berbahaya adalah ketika jalan di depan Perumahan Pandana Merdeka (PM) tidak dilebarkan, karena sering terjadi kecelakaan,” katanya kepada kru justisia. Partini juga mengungkapkan, Bukit Silayur yang ada di wilayah Kelurahan Bringin itu telah menjadi saksi bisu terjadinya ratusan kasus kecelakaan. Pasalnya banyak korban yang meninggal akibat kecelakaan di daerah tersebut, dan ada salah satu kejadian tabrakan motor yang telah merenggut nyawa dilihat langsung oleh mereka, dengan Jalan yang pada masa kecil Kastono dan Partini hanya memiliki lebar sekitar lima meter membelah Bukit Silayur itu, kini mulai diperlebarkan 26 meter mengikuti lebar jalan yang sudah ada. Surtini (32) setiap hari berjualan di warungan pinggiran tikungan silayur juga mengatakan kepada kru Justisia, “ Sebelum menjelang Maghrib biasanya ada suara kerumunan binatang dan kadang mengeluarkan suara aneh yang merinding, itu samar-samar terdengar di atas bukit, tapi kalo melihat langsung paling penampakan harimau, yang hendak melewati sekitar tikungan Silayur, tetapi harimau itu tidak menggangu orang yang sedang melewati jalan Silayur, asalkan bilang permisi atau kata-kata yang baik untuk ijin melewati tikungan tersebut, dan tergantung kitanya kalau kita niat baik insya Allah tidak terjadi demikian.” “Kini jalan Silayur tetap dilewati oleh pengendara umum, baik dari arah ke Boja maupun ke arah Ngaliyan, namun dibalik itu tetap berhati-hati dan bisa mengontrol laju kendaraan ketika melewati jalur tersebut, dan yang penting jangan lupa berdoa sebelum mengendarai.” imbuh Pak Toh selaku warga setempat.